Belum habis ingatan kita waktu DPR melawan Slank, lalu tertangkapnya anggota DPR oleh KPK yaitu Al-Amin Nasution karena dugaan suap, lalu beberapa hari yang lalu 13 hakim nakal disidang (nah lho yang ini malah hakimnya yang disidang) dan yang sekarang masih hangat diputar ditelevisi adalah tentang marahnya sang presiden
Presiden mengundang bupati, wali kota, dan Ketua DPRD Kota/Kabupaten untuk mengikuti forum konsolidasi pimpinan daerah angkatan II 2008 di Jakarta, Selasa (8/4). Saat memasuki bahasan tentang penggunaan yang boros di negeri ini mata sang presiden menangkap peserta lemhanas yang tertidur .
“Coba itu bangunkan yang tidur!!!,” ujar SBY dengan suara agak keras. Teguran keras SBY ini sontak membuat peserta Lemhanas yang sebagian besar mengenakan pakaian putih berlengan panjang, dipadu celana hitam, buru-buru membuka mata selebar-lebarnya.
“Ya...ya...itu. Kalau tidur di luar saja,” ujar SBY sambil menunjuk seorang pimpinan daerah yang langsung bangun dari tidurnya. Kemarahan SBY tidak berhenti sampai di situ. Dengan mengetuk podium berkali-kali, Presiden kembali meluapkan kekecewaannya.
“Pemimpin bagaimana memimpin rakyat kalau di ruang ini tidur. Malu kepada rakyat. Saudara dipilih langsung oleh rakyat. Untuk bicara memajukan rakyatnya saja tidur. Jangan main-main dengan tanggung jawab. Berdosa, bersalah, malu kepada rakyat. Kalau kita tidak bisa mengendalikan diri kita,” ujarnya.
Lebih lanjut SBY mengatakan, Lemhanas bisa saja tidak meluluskan peserta yang mengantongi kepribadian jelek. “Meski pintar, kalau kepribadiannya jelek bisa menjadi racun. Jangan diluluskan, biar rakyat tahu ada pemimpin yang tidak lulus sekolah di Lemhanas,” katanya.
Wakil rakyat seharusnya merakyat Jangan Tidur waktu sidang soal Rakyat
kakaka... aku ketawa ngakak waktu nonton berita ini... tp wajah serius pak pres sewaktu marah2 itu, membuat sedikit hatiku bergembira.... semoga bawahannya bisa segera bangkit dan mau bekerja keras... percuma kalo presiden berusaha sekuat mungkin tanpa dukungan dr bawahannya....
baru liat pak presiden marah-marah di tipi...harusnya kamera itu ada di depan muka wakil rakyat yang sedang tidur biar tau rasa dia...biar seruuh rakyat indonesia tau...
kakaka... aku ketawa ngakak waktu nonton berita ini... tp wajah serius pak pres sewaktu marah2 itu, membuat sedikit hatiku bergembira.... semoga bawahannya bisa segera bangkit dan mau bekerja keras... percuma kalo presiden berusaha sekuat mungkin tanpa dukungan dr bawahannya....
Kakakakaka.... Sama mas, sekeluarga kami nonton tertawa semua, semakin acaranya diulang makin hafal kata2 yang keluar dari sang presiden kakakakaka - hiburan yang ironis hehehehehe Sepakat... memang seringnya begitu, pentolannya sih bagus tapi bawahannya atau yang melaksanakan biasanya ngawur huuuuuuuuuuuuuuuuuuuu....
baru liat pak presiden marah-marah di tipi...harusnya kamera itu ada di depan muka wakil rakyat yang sedang tidur biar tau rasa dia...biar seruuh rakyat indonesia tau...
Waah betul itu, .... Harusnya dipasangin kamera yang menyorot anggota DPR online setiap hari dan diterima mulai dari kelurahan hingga ke dusun.... Seru tuuuuh :-D
Satu pertanyaan yang selalu terngiang... apa sby memang selalu 'melek' ngurusi rakyatnya..?
Memang sih matanya terlihat makin sembleb, kurang tidur.... Tapi buat 'melek' ngurusi rakyat, wallahu'alam... habis aku jarang diajak ke istana sih hehehehehhe...
dan jangan suka ngembat uangnya rakyat , termasuk uang buat korban lapindo hehehehe.........
Iya mba, sampai sekarang nasib korban Lapindo masih terkatung2.... Banyak sih mendapat bantuan tapi dari kabar ga sampai kesana 100 %, banyak yang bocor duluan....
Hei...hei...hei..lain kali klo mau tidur disini jangan lupa bawa bantal. Biar sekalian memperjelas bahwa tugas utama kita yg udah rutin yaitu tidur bareng.
Aku pikir waktu itu pak presiden akan mendatangi tempat orang2 yang tertidur itu...tapi cuma minta tolong membangunkan saja..... tapi salut buat langkahnya
Yaah namanya juga pemimpin, dengan jari-pun mampu merubah sesuatu (jika mau).... Iya, dari mimiknya memang kelihatan tidak senang dan menginginkan perubahan...