♫Kalau kau Datang - Hatiku Senang - berbunga bunga...♫

Blog EntryMama Lauren Bukan Dukun?Apr 17, '08 5:45 AM
for everyone

Assalaamu'alaikum....

Ustadz, bagaimana kita mensikapi orang-orang 'spiritualis' seperti Mama Lauren? Dia itu seperti yang banyak dikenal masyarakat diberi kemampuan mengetahui gambaran peristiwa yang akan terjadi.

Mama Lauren mengatakan bahwa dia bukan dukun, paranormal, atau ahli klenik, dia sendiri mengaku tidak tahu bagaimana kemampuan itu bisa ada dalam dirinya. Menurutnya itu datang dengan sendirinya sejak dia berumur 7 tahun, dan saat ini dikategorikan sebagai bagian dari kajian ilmu psikologi.

Ramalan-ramalannya memang terbukti (contoh: terjadinya Tsunami di Aceh, meninggalnya Pak Harto, dll.). Nah ustadz, sebagai seorang muslim bagaimanakah kita mensikapi fenomena semacam ini?

Wassalam,

Abdullah

 

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau ramalan cuaca yang sering kita lihat di TV, memang ilmiyah. Tapi kalau ramalan Mama Lauren dan orang sejenisnya, rasanya kok berlebihan kalau kita bilang ilmiyah, apalagi sampai dibilang bagian dari ilmu Psikologi segala.

Mungkin yang tepat bahwa fenomena seorang yang dianggap bisa melihat masa depan, memang pernah dijadikan salah satu kajian oleh para psikolog.

Tapi tidak bisa dikatakan bahwa ilmu meramal masa depan adalah cabang ilmu psikologi secara resmi. Para ahli Psikologi ketika kami konfirmasi tentang hal ini, mereka hanya menggelengkan kepala. 'Sejak kapan ilmu meramal masa depan jadi bagian ilmu Psikologi?", begitu bantah mereka.

Lepas dari apakah meramal itu bagian dari ilmu psikologi atau bukan, namun dalam pandangan aqidah Islam, tidak ada orang yang secara spesisik diberika ilmu tentang masa depan, kecuali nabi dan rasul. Itu pun kalau Allah SWT berkehendak saja.

Artinya tidak semua ilmu ghaib tentang masa depan diberian kepada semua nabi dan rasul. Buktinya, nabi Musa pun tidak tahu apa yang akan terjadi, hanya nabi Khidhir saja yang diberi ilmu seperti itu. Tentunya semua atas idzin Allah.

 

Hukum Ramalan dalam Islam

Meramal nasih tentu hukumnya haram bagi seorang muslim. Sebagaimana dalil hadits nabawi berikut ini.

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” (agama Islam). (HR Abu Daud, Bukhari, Ahmad dan Tirmidzy)

Bahkan Rasulullah SAW mengancam bahwa siapa yang mendatangi ahli ramal masa depan, shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751)

 

Mendatangi Peramal = Kufur kepada Agama Islam
Barangsiapa mendatangi Kahin (dukun), lalu membenarkan apa yang diucapkannya, niscaya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. (HR Abu Daud, at-Tirmidz Ibnu Majah, Ahmad dan ad-Darimi)

Sebab, di antara (ajaran) yang diturunkan kepada Nabi MuhammadSAW adalah bahwa hal-hal yang gaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.

Allah berfirman:

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah." (QS An-Naml 65)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya selain Dia sendiri. (QS AI-An’am: 59)

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya. (QS Jin: 26 - 27)

Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri tidak mengetahui hal-hal ghaib kecuali yang diberitahukan Allah kepadanya melalui wahyu, karenanya Allah berfirman kepadanya:

Katakanlah, “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bag’i diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah, dan sekiranya aku men getahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." (QS Al-A’raf: 188)

Begitu juga jin, yang oleh para tukang sihir dan dukun dimintai pertolongan, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui hal-hal gaib. Al-Qur’an menceritakan bahwa jin-jin Nabi Sulaiman ‘alaihis-salam tidak mengetahui kematian beliau.

Maka tatkala ia (Sulaiman ‘alaihis-salam) tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka men getahui yang ghaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS Saba’: 14).

Karena itu, membenarkan para dukun dan peramal -yang mengaku mengetahui hal yang gaib- adalah pengingkaran (kufur) terhadap ayat-ayat yang telah diturunkan Allah.

Jika mendatangi dan membenarkan mereka demikian buruk kedudukannya dalam agama, maka bagaimana dengan para dukun dan peramalnya sendiri? Mereka telah melepaskan diri dan agama dan agama berlepas diri dan mereka, sebagaimana dalam hadits:

“Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan tathayyur atau minta di-tathayyur, atau menjadi dukun atau minta dibuatkan perdukunan untuknya, atau menyihir atau minta disihirkan untuknya.” (HR Al-Bazzar dengan isnad jayyid)

 

Fenomane Tukang Ramal Ramai-ramai Ganti Bendera

Tahu kalau mendatangi peramal diancam hukuman keras seperti itu, para tukang ramal ramai-ramai ganti bendera dan merek dagang. Mereka lalu cari-cari istilah yang kelihatan keren, ilmiyah, masuk akal, atau agak berbau sains.

Tujuannya sudah bisa ditebak, yaitu agar tidak dianggap dukun atau tukang ramal kampungan, padahal sih cuma ganti kemasan saja. Isinya ya itu itu juga. Kasihan juga tuh ilmu Psikologi, sampai dibawa-bawa oleh para tukang ramal, lalu dibilang ilmu meramal nasib adalah bagian dari ilmu Psikologi.

Jangan-jangan nanti ada Fakultas Psikologi jurusan ilmu teluh, ilmu sihir, ilmu santet, ilmu kanuragan. Wah, gimana nih teman-teman Psikologi?

 

Kok Ramalannya Benar?

Kalau tidak benar namanya bukan tukang ramal. Ramalan tentang akan terjadinya Tsunami di Aceh atau meninggalnya Pak Harto seperti yang anda sebutkan, memang bukan hal yang aneh.

Karena memang ada penjelasan dari mana syetan itu mendapatkan informasi tentang masa depan. Kami sudah pernah menjelaskan hal ini dalam jawaban sebelumnya. Mungkin bisa anda mulai dari link ini.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

 

dari tanya jawab di Era Muslim.com

 

 


19 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bram85 wrote on Apr 17
Bahkan peramal tidak bisa meramal dirinya sendiri, kapan dan dimana dia mati!!!
aqse wrote on Apr 17
terime kasih ye...
Jodoh, umur , rezeki adalah urusan Alloh SWT.....

naah,.,..
tukang ramal, dukun paranormal, orang pinter, ato apalah istilahnye... kerjaannye gak jauh dari urusan di atas...
jumatmalam wrote on Apr 17
bram85 said
Bahkan peramal tidak bisa meramal dirinya sendiri, kapan dan dimana dia mati!!!
Betul... Tidak ada yang tahu tentang kematian, hak Mutlak milik Allah...
hehehehe kalo sampé peramal tau kapan dia mati, langsung blingsatan dia...
jumatmalam wrote on Apr 17
aqse said
terime kasih ye...
Jodoh, umur , rezeki adalah urusan Alloh SWT.....

naah,.,..
tukang ramal, dukun paranormal, orang pinter, ato apalah istilahnye... kerjaannye gak jauh dari urusan di atas...
Samé-samé...

Iyé tuh banyak yang ngibulin orang, yang dibo'ongin mao lagi..
Biaaasaaaa ... orang kalo lagi kepepet gampang ketipu penampilan...
dj0k3r wrote on Apr 17
ramal ga ramal ga ramal ga,................*plak.

kalah deh nabi Khidhir,................ gw mah iklas aja dech apa yang akan terjadi,.......
jumatmalam wrote on Apr 17
Iyé tuuuh peramal.. sotoy banget kalo bisa ngalahain Nabi Khidir AS...
Sepakat baaang.... terima, ikhlash sama apa yang dikasih / ditentuin Allah SWT.....
greenvhia wrote on Apr 17
setiap manusia sudah ditentukan nasibnya masing-masing tak usah make ramal-ramalan , betul ga bang ??? :D
jumatmalam wrote on Apr 17
Betuuul !!.... Tinggal antisipasi tanggal maennyé ajé kok....
Daripadé sok tau ngeramal mendingan juga ngelamar ya ? hehehehehe.......
greenvhia wrote on Apr 18
emang tinggal nunggu di lamar aja bang.....hahahahhahahaha
jumatmalam wrote on Apr 18
Oooh mba Pia (bukan makanan lho) lagi nunggu dilaamaaar...... Syukur dech hehehehehehe.....
greenvhia wrote on Apr 18
becanda kok :D
jumatmalam wrote on Apr 18
beneran juga ga paapa kok, ..eh abang becanda juga kok :D
andirachman wrote on Apr 20
Ambil hikmahnye...ajarin semue temen2 kite yg blom faham...jangan sampe yg namenye Setan penampakkan, Paranormal atawa Dukun jadi pade naro iklan di tipi gara2 bisnis jahiliyah'nye laku dibeli same orang Indonesia....
buat yg pade Ikhlas semoga selalu tawakkal dan bersabar dan semoga Allah tambahkan pahala yg akan menyenangkan kalian nanti....Amiien...
jumatmalam wrote on Apr 20
Bisnis Jahiliyah emang mempesona bagi orang yang nggak punya pegangan....
Amiiiiiin... mudah2an qt selalu sabar dan tawakkal pada Allah SWT...
cupijuhud wrote on May 14
makasih infonya bang..kalo peramal emang bisa tau masa depan,napa pada kaga ikut kuis aja semua..pasti menang dah kalo bgitu..hehe..
nchiedive wrote on May 14, edited on May 14
Akhi Sawung Rahman,
Assalamu'alaikum wr. wb.
Mohon maaf akhi, berikut ini aku punya pendapat yang agak sedikit berbeda.
Jadi penjelasannya agak sedikit panjang, maaf ya akhi :)

Lawan dari keesaan atau tauhid adalah syirik. Kata syirik artinya persekutuan, kata syirik yang jika dijamakkan menjadi syuraka, artinya sekutu. Dalam al-Qur'an, kata syirik di guanakan dalam arti mempersekutukan Allah dengan yang lain, baik persekutuan itu mengenai dzat-Nya, sifat-Nya ataupun ketaatan yang seharusnya ditujukan kepada-Nya saja. Syirik adalah perbuatan dosa yang paling berat.

Begitu juga dengan meramal ataupun yang diramal, merupakan 2 pihak yang sama2 telah melakukan dosa syirik...!!! (Mempersekutukan Allah Ta'ala dengan yang lainnya).
Allah Ta'ala berfirman;
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS. Lukman : 13)

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS an-Nisaa : 48)

Perbuatan syirik di anggap perbuatan dosa yang paling berat bukanlah disebabkan karena Allah iri hati. Iri hati tidak mungkin disifatkan kepada Allah Ta'ala. Dosa berat itu disebabkan adanya kenyataan bahwa syirik itu merusak akhlaq manusia itu sendiri, menurunkan derajat manusia yang membuat manusia tak pantas menduduki kedudukan tinggi yang menurut ketetapan Allah Ta'ala telah ditentukan untuk manusia itu sendiri. Sedangkan tauhid mengangkat manusia ke tingkat akhlaq yang tinggi. Menurut al-Qur'an manusia adalah khalifah (wakil) Allah di bumi, sesuai dengan firman-Nya:

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. al-Baqarah : 30)

Jadi seperti yang dijelaskan di atas bahwa :
"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751)", jadi... PERDUKUNAN, RAMALAN, dan lain2 sejenisnya itu, yang sesungguhnya adalah DOSA SYIRIK, tapi lantaran "punishment" nya hanya "sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari"...!? (mungkin) dengan demikian umat akan merasa tidak TAKUT untuk melakukannya. WaLlahua'lam...

SEMENTARA JELAS2 FIRMAN ALLAH TA'ALA mengatakan :

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya."
(QS. an-Nisaa : 116)

InsyaAllah demikianlah yang aku imani tentang masalah tersebut di atas.
Sekali lagi mohon maaf akhi aku udah nulis panjang lebar disini :)

Wassalam,
Nchie,---



jumatmalam wrote on May 14
makasih infonya bang..kalo peramal emang bisa tau masa depan,napa pada kaga ikut kuis aja semua..pasti menang dah kalo bgitu..hehe..
Hahahahaha betul bang... Alm.Bang Bens bilang "pinter-pinter bodo..." hahahahahahahaha...
jumatmalam wrote on May 14
"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751)", jadi... PERDUKUNAN, RAMALAN, dan lain2 sejenisnya itu, yang sesungguhnya adalah DOSA SYIRIK, tapi lantaran "punishment" nya hanya "sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari"...!? (mungkin) dengan demikian umat akan merasa tidak TAKUT untuk melakukannya. WaLlahua'lam...
Wa'alaikum salam Ukhti NchiDive

O'o panjang amat Nchi hehehehehe ngga paapa kok namanya juga pendapat...

Ayé ngebayangin Nchie ngetiknyé semangat banget nih... ;-)
Yang diatas kan tanya jawab seputar ramal di eramuslim.com, tapi Nchie menyorotnya kearah Syirik, boleh-boleh aja kok Nchie... soalnya dosa Syirik adalah yang paling Fatal, Bapak Moyangnya Dosa hehehehe...

Kalo saya simplenya melihat orang tidak takut dosa yaaa karena DOSA TIDAK BEJENDOL hehehehe...
Akibat dari perbuatan dosa tidak langsung dirasakan, jadi tidak hanya seputar ramal, jenis dosa lain yang kategori syirik pun tidak terasa dilakukannya....

Makasih ya Nchie, Assalamu'alaikuuuum..... :-)
greenvhia wrote on May 16
nice blog....saya suka banget klo mampir kesini...ada aja ilmu yang saya dapat disini
terimakasih semuanya...terutama sama yang punya yang sudah memfasilitasinya :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.